Mengendalikan Amarah, Kenapa Tidak?
Januari 20th, 2010 by kitamaukitabisaSaya Ambil dari Sahabat terbaikku: Nadia Alatas, beliau bercerita… Sahabat, Ada Seorang ayah yang sangat bijaksana, memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah, karena anak laki lakinya ini sangat pemarah
ketika memberikan sekantong paku itu ayah mengatakan pada anak nya untuk memakukan sebuah paku di pagar… belakang setiap kali dia marah.
Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secera bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa temyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.
Akhimva tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa menqendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhimva memberitahu avahnva bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknva ke pagar,
“Hmm kamu telah berhasil dengan baik anakku. Tapi lihatlah lubang-Iubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pemah bisa sama seperti sebelumnya,”
“Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang lalu mencabut pisau itu. Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf luka itu akan tetap ada dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik.”
Sahabat,
Saling mema’afkan mungkin bisa mengobati banyak hal. Tapi, akan sirna maknanya saat kita mengulangi kesalahan serupa. Padahal, lubang bekas cabutan paku yang sebelumnya masih menganga. Jadi, berhati – hatilah sahabat. Semoga Allah melembutkan hati kita dan menghiasinya dengan sifat sabar tanpa batas. Amiien.
Semoga bermanfaat
20 January 2010
Al Faqir : ♥ ♥ Nadia Alatas ♥ ♥
Saling mema’afkan mungkin bisa mengobati banyak hal. Tapi, akan sirna maknanya saat kita mengulangi kesalahan serupa. Padahal, lubang bekas cabutan paku yang sebelumnya masih menganga. Jadi, berhati – hatilah sahabat. Semoga Allah melembutkan hati kita dan menghiasinya dengan sifat sabar tanpa batas. Amiien.